Metformin : Dosis, Efek Samping dan Interaksi Obat Lain

Metformin

Metformin merupakan obat yang konsumsi untuk menyembuhkan penyakit gula darah tinggi yang biasanya di alami oleh pasien diabetes tipe 2. Fungsi obat Metformin ini adalah menurunkan jumlah gula yang diproduksi hati dan yang diserap perut atau usus Anda. Namun ada fungsi lain obat ini yaitu membantu mengembalikan respon tubuh terhadap insulin yang diproduksi secara natural. Biasanya obat ini dikonsumsi bareng dengan program diet dan olahraga dalam menghindari penyakit diabetes.

Dosis

Dosis obat Metformin ini dibagi menjadi 2 yaitu untuk anak-anak dan dewasa.

  • Untuk anak-anak yang menderita penyakit diabetes tipe 2 yaitu:

Dosis awal metformin untuk anak adalah 500 mg oral 1-2 kali sehari atau 850 mg sekali sehari. Dosis dapat dinaikkan tiap 1 minggu sesuai kebutuhan.

Dosis maksimum metformin untuk anak adalah 2.000 mg per hari, terbagi dalam 2-3 dosis.

  • Untuk orang dewasa yang menderita penyakit diabetes tipe 2 yaitu:

Untuk dosis Metformin sediaan konvensional

Dosis awal metformin adalah 500 mg oral dua kali sehari atau 850 mg oral sekali sehari. Dosis dapat dinaikkan setiap 1 minggu sesuai kebutuhan. Dosis maksimum metformin adalah 3.000 mg per hari.

Untuk dosis Metformin modified-realesed

Dosis awal metformin adalah 500-1.000 mg oral sekali sehari. Dosis dapat dinaikkan per minggu sesuai toleransi. Dosis maksimum metformin adalah 2.000 mg per hari.

Efek samping

Efek samping obat Metformin ini mulai dari yang ringan hingga yang cukup parah. Untuk efek samping yang ringan yaitu sakit kepala atau pusing, merasa lemah, mual-mual, diare, muntah, dan sakit perut.

Metformin adalah obat yang dapat menimbulkan lactic acidosis (penumpukan asam laktik dalam tubuh, yang bisa berakibat fatal). Lactic acidosis dapat terjadi perlahan-lahan dan memburuk seiring dengan waktu.

Oleh karena itu dengan efek samping yang ringan jika dibiarkan terus menerus akan dapat memburuk seiring dengan waktu.

Berikut adalah efek samping yang memiliki gejala lactic acidosis:

  • Nyeri otot
  • Mati rasa
  • perasaan dingin di tangan dan kaki
  • Merasa pusing, kepala berputar, lelah
  • Sakit perut, mual disertai muntah
  • Detak jantung lambat atau tidak teratur
  • Napas pendek, bahkan setelah mencoba menarik napas panjang
  • Pembengkakan atau kenaikan berat badan secara cepat
  • Demam, menggigil, sakit badan, gejala flu

Tidak semua orang mengalami efek samping berikut ini juga tidak semua gejala ini dapat dialami oleh orang yang mengonsumsi obat Metformin ini. Mungkin ada beberapa efek samping yang tidak disebutkan di atas. Jika anda khawatir akan efek samping diatas, konsultasikan ke dokter agar lebih jelas dosis dalam menggunakan obat Metformin atau layak tidaknya dalam mengonsumsi obat Metformin.

Interaksi obat

Interaksi dengan obat lain dapat memengaruhi cara kerja obat dan meningkatkan risiko efek samping yang berbahaya. Sebaiknya sebelum mengonsumsi obat ini anda harus memberi tahu kepada dokter obat apa saja yang sedang anda konsumsi selain obat Metformin ini, terutama obat-obat berikut ini:

  • Cimetidine atau ranitidine
  • Amiloride (Midamor) atau triamterene (Dyrenium)
  • Digoxin (Lanoxin)
  • Trimethoprim (Proloprim, Primsol, Bactrim, Cotrim, Septra)
  • Furosemide (Lasix)
  • Morphine (MS Contin, Kadian, Oramorph)
  • Nifedipine (Adalat, Procardia)
  • Quinidine (Quin-G) atau quinine (Qualaquin)
  • Vancomycin (Vancocin, Lyphocin)
  • Procainamide (Procan, Pronestyl, Procanbid)

Obat-obat diatas merupakan obat yang apabila dikonsumsi bareng dengan Metformin, akan menimbulkan gejala ringan yang lainnya. Namun ada obat-obat yang apabila dikonsumsi bareng dengan Metformin, akan menimbulkan gejala yang lebih parah dan tinggi lagi yaitu:

  • Thyroid medicine (Synthroid, dll)
  • Diuretics (obat yang merangsang buang air kecil)
  • Isoniazid
  • Obat-obatan untuk jantung dan tekanan darah (Cartia, Cardizem, Covera, Isoptin, Verelan, dll)
  • Pil diet atau obat-obatan untuk asma, flu, dan alergi.
  • Niacin (Advicor, Niaspan, Niacor, Simcor, Slo-Niacin, dll)
  • Phenothiazines (Compazine, dll)
  • Pil KB dan pil hormon lain
  • Steroids (prednisone, dll)
  • Obat untuk kejang (Dilantin, dll)
  • Phenothiazines (Compazine, dll)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

Arsip

Kategori

Tag